Sejak tahun 1980-an, jalan Margonda Raya telah berubah menjadi pusat wisata belanja dan kuliner. Pertumbuhan ini memang dipicu oleh adanya beberapa universitas yang berlokasi di daerah ini. Sebut saja, Universitas Pancasila, Unversitas Gunadarma, dan apalagi kalau bukan Universitas Indonesia. Sehingga, mahasiswa menjadi pasar potensial bagi para pemain kuliner.
Ya, sejak masuk jalan utama Kota Depok, dari arah jalan layang akses Universitas Indonesia (UI), aneka restoran dan kedai makan memang seakan tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Depok yang menjadi kota hunian para mahasiswa rantau inilah yang mungkin ikut memengaruhi terciptanya keragaman tempat bersantap di sepanjang Jalan Margonda Raya.
Hmmffhh, berjalan di kota Depok, tak usah terlalu dalam untuk menginjak gas mobil Anda, karena selain banyaknya polisi lalu lintas yang siaga mengumpat di tiap lampu merah, mengintip jajanan itulah salah salah satu alasannya. Sekarang mari kita kupas jajanan sebelah kiri arah kota Depok, setelah itu putar balik untuk membahas maraknya kafe resto yang ada di sebelah kanan jalan.
Persinggahan Pertama
Ketika anda sudah sampai di kota Depok, tidak jauh dari plang ”Selamat Datang ke Kota Depok”, terdapat restoran Mie Berkat. Restoran tua yang amat terkenal itu, selalu saja ramai dikunjungi para pelanggan setianya! Menu yang disajikan di restoran ini memang tidak ada bedanya dengan menu yang lazim ditemui di restoran masakan Cina pada umumnya, seperti mie, kwe tiau, bihun, fu yung hai, gurami asam manis, dan mie pangsit.
Mengikuti tren terkini, menu yang disajikan juga mengalami inovasi, seperti mie hijau yang dibuat dari tepung terigu dan sayuran. Selain suasana restoran sangat nyaman dan bebas dari pengamen. Murah, enak, dan porsi yang besarlah alasan para pelanggan yang datang ke restoran berfasad jadul ini.
Cicipi Juga Warung-Warung Kedainya
Pada pertengahan Jalan Margonda Raya, di sekitar pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos), dan Margo City ada sejumlah kedai dan restoran daerah lain, seperti kedai soto ayam Ambengan yang khas Surabaya dan kedai soto kudus yang bertetangga dengan sebuah restoran gudeg Yogya.
Setelah itu, ada restoran Kubang, restoran martabak padang yang hak ciptanya konon sudah resmi didaftarkan di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Seperti di sejumlah restoran minang lain, di sana Anda juga bisa mencicipi soto padang dan sate padang yang sedap pastinya.
Saatnya Putar Balik
Ketika sudah sampai di ujung jalan simpang tiga, Jalan Arief Rahman Hakim, mari berputar balik arah. Disana terdapat Warung Solo yang menjual Sate Kambing dan Tongseng yang mewakili hidangan nusantara yang ada di sepanjang jalan Margonda ini.
Ada juga, beberapa kedai yang menawarkan menu daerah yang belum banyak dikenal. Salah satunya restoran Sroto Banyumas yang juga berlokasi tak jauh dari Detos.
Sroto Banyumas adalah sejenis soto daging atau ayam bening dengan taburan kecambah dan irisan daun bawang. Sroto Banyumas juga dihidangkan dengan taburan keripik singkong dan sambal kacang juga tentunya. Hmmm…sudah tentu enak rasanya. Jangan lupa untuk mencoba Restoran Tik-Tok! Restoran yang menyajikan Itik dan Entog itu juga cukup banyak diburu orang loh!
Di sekitar mulut Gang Sawo, jalan pintas menuju Stasiun Kereta Api Depok-UI, ada juga kedai yang tak kalah enak. Seperti kedai bakso Malang dan sebuah kedai pempek khas masakan Palembang.
Di lokasi sama, kurang lebih di seberang Apartemen Margonda Residence, bisa ditemui restoran khas Sunda yang menyiapkan menu macam karedok dan pepes ikan mas. Terpaut beberapa tempat usaha lain, ada pula warung bubur ayam Garut yang khas.
Hati-Hati, Depok Ada Pocongnya!
Terakhir, ketika hampir meninggalkan kota Depok, jangan lupa mampir ke kedai yang banyak di perbincangkan oleh pecinta kuliner!
Yup, apalagi kalau bukan Kedai Es Pocong. Kedai kecil itu seakan mempunyai magis tersendiri di sini. Belum genap empat tahun, tapi kedai ini sudah cukup bisa mencuri hati para pemburu kuliner. Tak percaya? Mari kita pesan es tersebut.
Untuk tampilan, es pocong memang tidak dikemas aneh. Hanya ditempatkan didalam sebuah cup plastik bening. Tapi untuk masalah rasa, citarasa es pocong ini ternyata memang cukup unik. Bubur sumsum yang mempunyai porsi lebih dibanding sirupnya lah yang menjadi rahasianya.
Tak hanya itu, coba pesan Tempe Mendoannya yang hanya diberi bandrol Rp 2000 rupiah itu. Wah, berani taruhan, Anda pasti belum pernah menikmati Tempe Mendoan selezat ini, meski hanya ditemani dengan sambal kecap saja.
depokcitynews.com


