Naadhira putri pertamaku skrg sekolah di sebuah SD Islam plus Darul Fudlolah di daerah Cibinong. Namun beberapa bulan lagi jika lancar kita akan pindahan rumah di daerah Depok tepatnya di daerah krukut mampang Depok. Nah.. kemarin coba coba saya tanya-tanya seputar sekolah yang katanya favorit didaerah seputaran krukut ini. Mulai dari pinggiran Jakarta Selatan hingga Sawangan Depok.
Tahun ini pastinya Naadhira pindah sekolah ke daerah Depok. Tanya kebebrapa sekolah unggulan untuk soal pindahan disuruh menunggu hingga kuota ada, itupun tahu setelah kenaikan kelas nanti, (maybe, nunggu yg resign ato gak naik kelas). Dari hasil googling dan telpon ke sekolah-sekolah swasta yang ada di Depok, ternyata biaya uang masuknya sekarang sungguh sangat menghalangai orang yg berpendapatan rendah untuk masuk sekolah. Rata-rata SDIT/ SD Islam plus di wilayah Depok uang masuknya antara 5 s.d 25 Juta.
Berikut biaya yang kudu disipain diawal, saya himpun dimana Sekolah pada cluster atas antara lain:
SDIT Al-Hamidiyah-Sawangan, total dana yng perlu disiapin berkisar 16Juta.
SD Islam Dian Didaktika-Cinere, total dana yang perlu disipain Rp. 25Juta.
SD Islam Ar-Rahman-Cinere, sekitar 18 Juta.
SD IT Miftahul Ulum-Cinere, sekitar 13 Juta.
SD Islam Lazuardi-Cinere, sekitar 25 Juta.
Beberapa sekolah SD swasta lain, yang berada di cluster bawah, masih berada dikisaran 3-5 juta untuk uang masuk pertamanya. Jadi, Kudu nabung dulu kalo mau mempersembahkan sekolah "mahal" pada anak. Tetapi apakah memang kualitas sebanding dengan besar dana yang kita keluarkan? Saya masih meng-imani "nggak selalu itu benar" masih banyak sekolah2 Negeri maupun Swasta yang tidak terlalu profit oriented. Memang, Guru-guru dan para staf sekolahnya perlu dana untuk penghidupan mereka. Sebuah dilematis memang.
Kalo sekolah Naadhira sekarang di SD Islam plus Darul Fudlolah, bertempat di Pabuaran, Cibinong, Bogor. biaya masuknya hanya sekitar 3 juta. Gedung milik sendiri, satu kelas ada 2 orang guru yang mengajar. Satu guru yang menerangkan dan satu orang guru keliling di dalam kelas membantu guru utama yang sedang menerangkan. Sore harinya juga penuh dengan kegiatan eskul antara lain jarimatika, taekwondo, melukis, pramuka dsb.
Menerawang soal biaya-biaya operasional sekolah swasta, misal di Sekolah SD tersebut punya 20 orang Guru dan Staf. Semuanya di Gaji UMR dech (kalo tega). UMR Jakarta sekitar 2 Juta. Maka pengeluaran untuk menggaji sebesar 40 Juta. Disamping itu ada biaya pemeliharaan sarana prasarana sekolah (listrik, air, gedung, pajak, dsb), saya buat 20 Juta/bln. Maka total biaya SD ialah 60Jt/Bln.
Jika SD tersebut ada 6 kelas, dmn masing-masing kelas ada 20 murid sehingga jumlah murid kelas 1 s.d kelas 6 sebanyak 120 orang, maka biaya SD 60jt disebar (ditanggung) merata ke 120 siswa hasilnya tiap siswa menanggung biaya Rp. 500 ribu. Belum termasuk uang buku, praktek dll. Maka bisa jadi SPP Anak berada di kisaran Rp.600 ribuan. WoW... ! itupun para Guru nya hidup dengan gaji pas-pasan, seputar UMR, Lalu bagaimana peran pemerintah dalam hal ini?
Jika sekolah mahal, maka saya pikir slogan "orang miskin gak boleh sakit, orang miskin nggak boleh sekolah" ada benarnya dengan realita ini.
depokcitynews.com


